Adam dan Hawa
(Oleh: Amaliah Black)
Matanya
merambat ke segala arah, merangkak-rangkak, dan membara seperti tungku api. Dia
telanjang dengan punggung membelakangi saya. Di tengah temaram ruangan, saya
mencoba menerjemahkan setiap kilan kurva yang membentuk tubuhnya. Berlekuk-lekuk,
semacam kombinasi antiklinal dan sinklinal yang merebah di sepanjang perbukitan.
Saya
bergumam. Dia berdiri seperti pohon palma, dan sepasang dada itu adalah
gugusannya. Saya ingin lari lalu memanjatnya dengan cepat, tetapi saya yakin,
dia akan meremukkan kepala saya hanya dalam sekali sentak.
“Kamu
pernah dengar kisah tentang Adam dan Hawa?”




